Songsong Generasi Masa Depan, PT Berau Coal Galang Kader Posyandu Penanganan Stunting
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG
REDEB-
PT Berau Coal, sebuah perusahaan yang beroperasi di wilayah Kampung Bukit
Makmur, Segah, telah mengadakan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan
kualitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah tersebut, dengan
fokus pada penanganan stunting. Acara ini berlangsung pada Senin (7/8) dan
menandai langkah penting dalam mendukung upaya percepatan penurunan angka
stunting di kawasan tersebut.
Dalam pelatihan tersebut, PT Berau Coal
bersama Puskesmas Bukit Makmur memberikan beberapa pemaparan materi
diantaranya, Pengukuran Antropometri, Pengukuran pertumbuhan, Promosi Kesehatan
(promkes), Pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA), praktek pengukuran dan
pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS).Dalam usaha nyata untuk mengurangi
prevalensi stunting, PT Berau Coal menjadikan dirinya sebagai pelopor dengan
mengadakan Pelatihan Kader Posyandu yang pertama kali di Kampung Bukit Makmur.
Saidin Putra, Kepala Kampung Bukit Makmur, merasa terkesan dan berterima kasih
atas komitmen perusahaan ini dalam upaya mengurangi angka stunting melalui
pemberdayaan dan pelatihan para kader Posyandu.
Saidin Putra menyatakan, "PT Berau Coal telah menunjukkan kepedulian yang luar biasa sebagai perusahaan yang pertama kali mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah stunting di wilayah kami. Kegiatan ini merupakan solusi yang tepat, dan kami dari pemerintah kampung mengucapkan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya."Melalui pelatihan ini, diharapkan para kader Posyandu di Kampung Bukit Makmur dan sekitarnya akan memiliki pengetahuan yang lebih mendalam dan terkini dalam mendukung upaya penurunan stunting. Saidin Putra menambahkan, "Karena akses kita mendapatkan informasi terbatas, kegiatan ini jelas sangat penting dalam memberikan pengetahuan tambahan kepada para kader Posyandu."katanya.
Muhammad Aras, Kepala Puskesmas Tepian Buah,
Kecamatan Segah, juga memberikan apresiasi terhadap inisiatif yang diambil oleh
PT Berau Coal di Kampung Bukit Makmur. Ia menilai bahwa pelatihan ini merupakan
salah satu langkah untuk mendukung kinerja Puskesmas Tepian Buah dan pemerintah
dalam menangani masalah pertumbuhan stunting.
"Saya sangat mengapresiasi dan berterima
kasih kepada PT Berau Coal atas dukungan yang luar biasa ini. Bagi para ibu
yang menjadi kader Posyandu, tugas ini adalah bentuk pengabdian yang bernilai
ibadah sepanjang waktu," ujar Muhammad Aras.
Ia juga berpesan agar pengetahuan yang
diperoleh dari pelatihan ini benar-benar dapat diaplikasikan dengan maksimal
oleh para kader Posyandu, terutama dalam konteks penanganan stunting.
"Saya berharap kita semua dapat serius dalam menyerap materi pada
pelatihan ini, sehingga pelatihan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi kita
dan masyarakat di sekitar kita," tambahnya.
Wakil TP PKK Kecamatan Segah, Dewi Andayani
mengatakan mendukung kegiatan yang dilakukan PT Berau Coal terkait Pelatihan
Kader Posyandu Untuk Peningkatan Kemampuan dan Keterampilan dalam Upaya
Percepatan Penurunan Stunting, khususnya di Kampung Bukit Makmur.Dirinya
menyebut ada kendala terkait membina kader posyandu dikarenakan anggaran yang
cukup terbatas baik di kampung maupun di kecamatan."Dukungan dari pihak
ketiga khususnya PT Berau Coal sangat dinantikan untuk kader posyandu di wilayah
Segah," katanya.
Dirinya berharap kegiatan seperti ini, tidak
hanya sekali ini saja namun bisa berjalan secara berkelanjutan. Karena
penurunan stunting sangat urgent bagi ruang lingkung kesehatan.Selain itu,
dirinya menyebut sudah menangani beberapa kondisi stunting, seperti di Kampung
Gunung Sari dan Kampung Siduung."Dengan adanya dukungan dari PT Berau Coal
diharapkan mampu membantu untuk peningkatan dan pertumbuhan gizi stunting
tersebut," harapnya.
Reza Hermawan, perwakilan dari Community
Development PT Berau Coal, menjelaskan bahwa penanganan stunting juga menjadi
fokus utama perusahaan. Pelatihan ini sejalan dengan program pemerintah dalam
menangani stunting, dengan pendekatan melibatkan masyarakat dan para kader
Posyandu.Lebih lanjut, Reza menjelaskan bahwa angka stunting dapat mencerminkan
kemajuan suatu wilayah. Dengan pelatihan ini, ia berharap bahwa jika ada kasus
stunting di Kampung Bukit Makmur dan sekitarnya, mereka dapat segera ditangani
dengan efisien.
"Setelah ini, kami akan berkoordinasi
dengan puskesmas dan pemerintah setempat. Setelah para ibu dan kader mengetahui
langkah-langkah yang perlu diambil dalam menangani kasus stunting, bersama kita
akan evaluasi, kemudian pada program selanjutnya kita terus lakukan
pendampingan yang berkelanjutan," tutup Reza Hermawan. (sep)